Kemajuan teknologi telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam sektor pendidikan. Di Indonesia, perkembangan teknologi telah memberikan dampak positif yang besar dalam upaya meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan. Pertama, kemajuan teknologi memberikan akses terhadap sumber belajar yang lebih luas dan beragam. Dengan adanya internet dan perangkat digital, siswa dan guru dapat mengakses berbagai sumber belajar, buku, jurnal, video pembelajaran, dan konten pendidikan lainnya secara online.
Hal ini memungkinkan siswa untuk mendapatkan berbagai informasi terkini dan mendalam mengenai topik yang sedang dipelajari, bahkan jika terletak di daerah terpencil. Kedua, teknologi telah memungkinkan adanya pembelajaran jarak jauh atau e-learning. Di tengah pandemi Covid-19, pembelajaran online menjadi solusi utama untuk memastikan kelangsungan pendidikan. Dengan menggunakan platform pembelajaran virtual, guru dapat melakukan pengajaran secara online dan siswa dapat belajar dari rumah masing-masing.
Ini memberikan fleksibilitas waktu dan ruang serta mengurangi hambatan akses pendidikan. Ketiga, teknologi memungkinkan adanya interaksi dan kolaborasi antara siswa dan guru melalui media sosial atau platform pembelajaran online. Diskusi, tanyajawab, dan kolaborasi dalam tugas dapat dilakukan melalui forum online atau grup diskusi. Ini memperluas ruang belajar sehingga siswa dapat berinteraksi dengan sesama siswa dari berbagai daerah dan mendapatkan sudut pandang yang beragam. Keempat, teknologi memungkinkan adanya personalisasi pembelajaran. Dengan menggunakan aplikasi atau perangkat lunak pendukung, guru dapat menyusun materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat masing-masing siswa. Hal ini membantu meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman siswa, serta membantu guru mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan bagi setiap siswa.
Namun, kemajuan teknologi dalam bidang pendidikan juga memiliki beberapa tantangan dan dampak negatif. Tidak semua individu memiliki akses yang setara terhadap teknologi internet. Masih ada sebagian besar siswa di daerah terpencil yang sulit untuk mengakses koneksi internet yang stabil dan perangkat yang memadai. Ini memperluas kesenjangan pendidikan antara daerah terpencil dan perkotaan.Selain itu, ada juga masalah penyalahgunaan teknologi seperti kecanduan gawai, terutama di kalangan remaja. Siswa mungkin tergoda untuk menggunakan teknologi dengan cara yang tidak produktif selama proses pembelajaran. Hal ini menciptakan tantangan tersendiri bagi guru untuk mengelola penggunaan teknologi dalam pembelajaran agar tetap bermanfaat dan efektif. Secara keseluruhan, kemajuan teknologi dalam bidang pendidikan di Indonesia memberikan banyak manfaat yang signifikan dalam meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan.
Akses terhadap sumber belajar yang luas, pembelajaran jarak jauh, kolaborasi online, dan personalisasi pembelajaran adalah beberapa contoh perubahan positif yang telah terjadi. Namun, tantangan seperti kesenjangan akses dan penyalahgunaan teknologi tetap menjadi isu yang perlu diatasi untuk memastikan manfaat teknologi dapat dinikmati oleh semua siswa di Indonesia. Selain itu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga berdampak terhadap berbagai disiplin keilmuan termasuk bimbingan konseling; Perkembangan teknologi telah memberikan dampak positif yang signifikan dalam bidang bimbingan konseling melalui penggunaan e-konseling atau cyber counseling. E-
konseling adalah bentuk bimbingan konseling yang dilakukan secara online melalui platform digital, seperti email, chat, atau layanan pesan instan. E-konseling merupakan terobosan yang luar biasa dalam dunia bimbingan konseling karena memberikan akses dan fleksibilitas yang lebih besar kepada individu yang membutuhkan bantuan psikologis. Dengan adanya e-konseling, individu dapat mengakses layanan konseling tanpa terbatas oleh lokasi geografis atau kendala waktu. Ini sangat bermanfaat, terutama bagi individu yang tinggal di daerah terpencil, memiliki keterbatasan fisik, atau memiliki jadwal yang padat.
Selain itu, e-konseling juga memberikan privasi dan anonimitas yang lebih besar bagi klien. Beberapa orang mungkin merasa malu atau tidak nyaman dalam berbicara secara langsung tentang masalah pribadi mereka. Dengan e-konseling, individu memiliki kesempatan untuk menyampaikan masalah mereka secara tertulis, menjaga privasi mereka, dan merasa lebih aman secara emosional. Ekonseling juga dapat meningkatkan efisiensi proses konseling. Karena korespondensi dilakukan melalui platform digital, konselor dan klien dapat mengatur waktu dan menjawab pertanyaan secara fleksibel. Ini mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan efektivitas komunikasi antara konselor dan klien. Selain itu, e-konseling juga memberikan kesempatan bagi konselor untuk merekam dan mereview kembali percakapan, memungkinkan mereka untuk menganalisis lebih baik masalah yang dihadapi dan memberikan solusi yang lebih tepat. Namun, penting untuk diingat bahwa e-konseling tidak sepenuhnya menggantikan konseling tatap muka.
Komunikasi non-verbal, kontak mata, dan interaksi langsung dalam konseling tatap muka memiliki nilai tersendiri. Dalam beberapa kasus, seperti klien dengan masalah kesehatan mental yang serius atau resiko kehidupan, konseling tatap muka mungkin lebih tepat. Tantangan yang perlu diatasi dalam e-konseling termasuk keamanan dan kerahasiaan informasi klien. Dibutuhkan perlindungan data dan prosedur keamanan yang ketat untuk memastikan bahwa informasi pribadi klien tetap aman dan tidak terjadi pelanggaran privasi. Secara keseluruhan, perkembangan teknologi dalam disiplin ilmu bimbingan konseling melalui e-konseling adalah sebuah inovasi yang positif.
E-konseling membuka akses lebih luas bagi individu yang membutuhkan bantuan psikologis, memberikan privasi yang lebih besar, dan meningkatkan efisiensi konseling. Namun, penting untuk melihat e-konseling sebagai tambahan, bukan pengganti, bagi konseling tatap muka yang tetap memiliki keunggulan dalam banyak konteks. Berikut merupakan salah satu contoh perkembangan teknologi dalam disiplin ilmu bimbingan dan konseling; inovasi pelayanan konseling berbasis web-site di universitas jambi. dapat diakses melalui laman berikut

https://ekonseling.unja.ac.id/ Sumber gambar : https://ekonseling.unja.ac.id/
Dibuat oleh : Khoirul Hanapi, S.Pd
Mahasiswa Pascasarjana
Program Magister Tekonologi Pendidikan
Universitas Jambi